Tahun depan, Mandiri proyeksi kredit korporasi tumbuh hingga 15%

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masih akan fokus pada kredit korporasi pada tahun depan.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar optimistis kredit korporasi masih deras di tahun depan.

Menurut Royke, meski dibayangi kenaikan suku bunga kredit sebagai imbas kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), bisnis korporasi bisa tumbuh 13%-15% di tahun depan.

Royke memprediksi kenaikan bunga korporasi Bank Mandiri sekitar 50 basis poin (bps)-100 bps baik untuk nasabah baru maupun nasabah lama.

“NPL tahun depan itu akan bergantung pada ekonomi, bila ekonomi baik, NPL juga akan membaik. Tapi yang perlu diwaspadai adalah sub sektor komoditas terutama minyak gas, batubara, dan sawit,” ujar Royke kepada Kontan.co.id pekan lalu.

Royke menambahkan, Bank Mandiri akan menjaga NPL di bawah 3% pada 2019. Hingga saat ini, Royke menyatakan kredit infrastruktur masih mendominasi kredit korporasi Bank Mandiri. Komposisi kredit infrastruktur lebih 50% dari total kredit korporasi Daftar Poker.

Pada tahun depan, Royke menyatakan pihaknya selektif untuk menyalurkan kredit ke subsektor komoditas. Bank Mandiri akan membidik perusahaan yang memiliki kemampuan mengendalikan volatilitas harga pasaran komoditi tersebut

“Hingga saat ini pertumbuhan kredit masih bagus di atas 15% yoy hingga Oktober 2018. Sektornya masih di infrastruktur karena dia proyeknya multi years. Jadi sekarang lagi banyak narik kredit dari yang sudah disepakati dahulu,” ujar

Asal tahu saja, hingga Oktober 2018, Bank Mandiri sudah menyalurkan kredit sebesar Rp 696,25 triliun. Nilai ini tumbuh 17,13% yoy dari posisi yang sama tahun lalu Rp 594,41 triliun.

Prudential Indonesia tambah 14 rumahsakit rekanan

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menambah 14 rumahsakit dalam layanan kesehatannya. Terbaru, Prudential menggandeng Ciputra Hospital Group dan RS Awal Bros Group.

Cabang rumahsakit Ciputra Hospital Group yang menjadi rekanan Prudential Indonesia ada tiga, yaitu Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang, Ciputra Hospital Citra Garden City Jakarta, dan Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin.

Sementara itu, cabang rumahsakit RS Awal Bros Group yang bergabung ke dalam mitra layanan Prudential Indonesia terdiri dari 11 rumah sakit. Yakni, RS Awal Bros Tangerang, RS Awal Bros Bekasi Timur, RS Awal Bros Bekasi Barat, RS Awal Bros Betang Pambelum Palangkaraya. Lalu, RS Awal Bros Makassar, RS Awal Bros Evasari, RS Awal Bros Panam, RS Awal Bros Ujung Batu, RS Awal Bros A. Yani, RS Awal Bros Pekanbaru, dan RS Awal Bros Batam.

Dengan begitu, hingga kini, Prudential Indonesia memiliki jaringan layanan kesehatan yang terdiri dari 69 rumahsakit di 34 provinsi di Indonesia. Selain dua grup rekanan baru tersebut, Prudential Indonesia juga bermitra dengan enam grup lainnya. Mereka adalah Siloam Hospital Group, Mayapada Hospital Group, RS Mitra Keluarga Group, RS Royal Taruma Jakarta, Premier Hospital Group dan Omni Hospital Group.

Menurut Predisen Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch, jaringan layanan kesehatan ini berguna untuk memudahkan proses administrasi, jaminan, ketersediaan kamar rawat inap, dan fasilitas penunjang lainnya yang sesuai dengan kelas kamar yang dipilih nasabah di jaringan rumahsakit Prudential Indonesia.

“Prudential ingin memastikan jaminan perlindungan yang menyeluruh bagi para nasabah di mana pun mereka berada. Kini, kami makin siap memberikan kenyamanan dan kemudahan lebih, terutama dalam hal kebutuhan rawat inap kepada nasabah di seluruh Indonesia,” kata Jens dalam keterangan tertulisnya.

BRI akuisisi anak Bahana Artha Ventura untuk kembangkan bisnis modal ventura

Perbankan semakin gencar memasuki bisnis modal ventura. Sebelumnya BCA dan Mandiri telah memiliki anak usaha yang bergerak di bidang usaha ini. Terbaru, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga telah resmi memiliki anak usaha modal ventura.

Bank dengan sandi saham BBRI ini telah membeli seluruh saham PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) yang sebelumnya dimiliki oleh PT Bahana Artha Ventura (BAV). Sebelumnya nama BRI Ventures adalah PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Lewat aksi korporasi ini, BRI memiliki 15.874 saham BRI Ventures atau setara dengan 97,61% dari seluruh saham yang diterbitkan oleh BRI Ventures. Adapun nilai transaksi ini sebesar Rp 3,09 miliar.

Surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan BRI, Bambang Tribaroto menyatakan transaksi ini sudah dilaksanakan pada Kamis (20/12). Tulis Bambang, pelaksanaan transaksi ini mengakibatkan BRI Ventures menjadi anak perusahaan yang terkonsolidasi dengan BRI.

Selain itu IDN Poker, BRI mengharapkan anak usaha baru ini, dapat mendukung tercapainya aspirasi BRI untuk menyediakan layanan keuangan terintegrasi. Nantinya BRI Ventures akan melakukan strategic investment pada perusahaan-perushaan yang memiliki bisnis yang sejalan dengan BRI Group.

Sedangkan fokus BRI Ventures nantinya adalah perusahan start up yang masih pada tahap pertumbuhan yang memiliki potensi sinergis dengan BRI Group. Pasca diakusisi, BRI Ventures akan pindah dari Kupang ke Jakarta, perubahan manajemen, dan perekrutan karyawan baru.